MUNTILAN – Dusun Kutan, Desa Sedayu, Kecamatan Muntilan, Kabupaten Magelang, menjadi lokasi penyaluran bantuan sosial pada bulan Ramadhan 1444 Hijriyah, tepatnya Sabtu, 8 April 2023. Sebanyak 30 paket sembako dibagikan langsung kepada warga kurang mampu di dusun itu.
Pembagian dipimpin langsung oleh jajaran lima Polsek di bawah koordinasi Polsek Muntilan, yaitu Polsek Dukun, Polsek Srumbung, Polsek Salam, dan Polsek Ngluwar. Para personel tampak berjalan kaki puluhan meter menyusuri lorong-lorong permukiman Dusun Kutan untuk mengantar paket sembako secara door to door.
Kapolsek Muntilan saat itu, AKP Abdul Muthohir, menyampaikan bahwa bantuan tersebut berasal dari Kapolresta Magelang Kombes Pol Ruruh Wicaksono. Bantuan kemudian disalurkan melalui Polsek-Polsek agar langsung menyentuh warga.
“Hari itu kami bersama rekan-rekan dari Polsek Srumbung, Dukun, Salam, dan Ngluwar menyalurkan 30 paket sembako kepada 30 warga di Dusun Kutan, Sedayu,” ujar AKP Abdul Muthohir.
Warga Dusun Kutan menerima bantuan dengan tangan terbuka. Sunarto (62), warga RT 01 Dusun Kutan, menyampaikan terima kasihnya saat menerima paket di rumahnya.
“Terima kasih Pak Kapolresta Kombes Pol Ruruh Wicaksono. Terima kasih polisi sudah perhatikan kami. Bantuan ini sangat berarti bagi kami,” ucap Sunarto.
Hal yang sama dirasakan Mulyoharjo (64), warga RT 01 RW 10 Dusun Kutan. Ia sempat terkejut saat rumahnya didatangi rombongan polisi, namun kegembiraan langsung muncul setelah mengetahui maksud kedatangan mereka.
“Tadinya saya kaget. Ada masalah apa kok banyak polisi datang ke rumah. Eh tahunya, setelah pak polisi senyum-senyum dan menyampaikan salam dari Pak Kapolresta Ruruh, rasanya sungguh senang. Apalagi diberi paket sembako,” kata Mulyoharjo.
Setiap paket sembako yang dibagikan di Dusun Kutan berisi beras 5 kg, gula pasir, minyak goreng kemasan, sirup Marjan, tepung terigu, teh melati Tong Ji, susu Frisian Flag, dan abon ayam. Isi paket dipilih agar dapat langsung dimanfaatkan warga menjelang Idul Fitri.
Dusun Kutan pun menjadi contoh bagaimana sinergi aparat bisa hadir dengan cara sederhana namun langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Kegiatan yang terjadi lebih dari tiga tahun lalu ini masih layak dikenang sebagai wujud perhatian nyata di tingkat dusun.
